Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2012

Magic of a Turnip :)

Alkisah, seorang perempuan tua meninggal dan dibawa ke Takhta Hakim oleh para malaikat. Namun ketika Hakim memeriksa catatan, Ia tidak menemukan tindakan cinta kasih satu pun yang dilakukannya kecuali sebuah lobak yang pernah diberikannya kepada pengemis kelaparan. Tetapi demikian besar kekuatan satu tindakan cinta hingga lalu diputuskan, bahwa ia diangkat ke Surga dengan kekuatan lobak itu. Lobak itu dibawa ke muka Hakim dan diberikan kepadanya. Pada saat ia menyentuhnya lobak itu mulai naik seperti ditarik oleh penggerak tak kelihatan, mengangkat perempuan itu ke Surga.

Datanglah seorang pengemis. Ia memegang pinggiran pakaian perempuan itu dan diangkat bersama dia, orang ketiga berpegangan pada kaki pengemis itu dan ikut diangkat juga. Tidak lama sudah ada deretan panjang orang-orang yang terangkat ke surga oleh lobak itu. Dan, mungkin aneh nampaknya, perempuan itu tidak merasa berat semua orang yang berpegangan padanya;nyatanya karena ia memandang ke Surga. Ia tidak melihat mereka.

Mereka meningkat semakin tinggi hampir mendekati pintu gerbang Surga. Pada waktu itu perempuan tadi melihat ke bawah untuk terakhir kalinya melintaskan pandangnya ke dunia dan melihat deretan orang di belakangnya. Ia menjadi marah. Ia memerintahkan dengan lambaian tangan dan berteriak, "Pergi, pergi semua kamu! Lobak ini kepunyaanku!" Karena melambaikan tangan, ia melepaskan lobak itu dan ia jatuh ke bawah membawa seluruh orang yang perpegangan kepadanya.

Hanya ada satu penyebab dari setiap kejahatan di dunia, "Ini kepunyaanku."

Jumat, 03 Juni 2011

We Are Not Alone

My cross  not too heavy.
My path is not too difficult.
Because Jesus, the Good Shepherd, walking at my side.
All this is sufficient for me.

Although I'm lonely.
I know I'm not alone.
Because Jesus is my Father.
Who loves me as His own.

Although I am exhausted and want the race soon pass.
God will only end when my job in this world has been completed.
Therefore, let me stop complaining about the my "burden of concern" .
Because God is always relieve it when it has such a heavy burden to bear.

However, if He did not lift my burden.
He will give me strength to bear it.
Because God in His love and mercy.
Always close and ready to help me.


God Bless... :)

Selasa, 31 Mei 2011

The REAL Beauty

Banyak orang yang menganggap kecantikan sejati adalah seseorang yang baik hati, tidak egois, dan memberi cinta pada orang lain. Kamu mungkin berkata seorang dengan kecantikan sejati adalah seorang yang membagi kebahagiaan, sabar dalam percobaan, baik hati, dan punya pergaulan yang luas dengan semua cewek di sekolah, termasuk bersahabat dengan orang yang tidak disukai. Semua hal ini lebih menjelaskan tindakan kasih yang nyata ketimbang penampilan semata.

Pikirkan tentang orang-orang yang kamu anggap penting dalam hidupmu. Apakah mereka istimewa karena penampilan? Tidak. Mungkin mereka istimewa karena kebaikan, kesetiaan, dan persahabatan mereka, atau mungkin karena mereka selalu ada saat kamu membutuhkan mereka.
Yesus seperti itu. Orang-orang tidak menyukai-Nya karena Dia tinggi, berkulit gelap, dan tampan. Itu karena pribadi-Nya. Yesaya 53:2 berkata: "sebagai taruk Ia (Yesus) tumbuh di hadapan Tuhan dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya."
Maksudmu Yesus tidak lembut dan macho seperti cowok-cowok impianmu? Tidak. Lalu apa yang menyebabkan orang-orang tertarik kepada-Nya? Apa yang membuat Yesus seperti magnet? Kecantikan sejati!
Yesus berbaik hati pada wanita Samaria yang Ia temui di sumur. Dia berjalan bermil-mil untuk menyembuhkan orang sakit. Dia datang tepat pada waktunya untuk menolong para nelayan yang menangkap ikan. Dia memberikan waktu-Nya pada siapa pun yang membutuhkan ampunan-Nya. Dia melayani orang-orang, menyediakan makanan mereka dan membasuh kaki para murid. Dia menyerahkan diri untuk memperlihatkan cinta-Nya. Dia bahkan memberikan segalanya yaitu hidup-nya bagi kita.
Jadi, bukan penampilan Yesus yang membuat Dia kelihatan tampan, namun hati-Nya.
Hal yang sama juga berlaku dalam hidup kita. Apa yang ada dalam hatimu akan memengaruhi kualitas kecantikan sejati yang kamu miliki. Biasanya, apa yang ada dalam hatimu akan menentukan tindakan hidupmu.
Benar, kita memang cenderung memerhatikan penampilan luar seseorang pada pertemuan pertama. Tetapi siapa dan bagaimana dia sesungguhnya, itulah yang pertama kali Tuhan lihat. Tuhan ingin kita memiliki kecantikan yang berasal dari dalam. Dia ingin kita menjadi seperti Dia. Bagaimanapun, kita diciptakan menurut gambar-Nya. Dia ingin kita memiliki karakter 3 "C" yang Ia miliki yaitu compassion (belas kasihan), contentment (sukacita), dan consistency (kekonsistenan). Inilah 3 kunci utama membangun kecantikan sejati.  :)